Kontrak berjangka baja tulangan (steel rebar) melemah menuju CNY 3.060 per ton, menyentuh level terendah dalam tiga minggu, seiring memburuknya profitabilitas di sektor baja China yang menekan sentimen pasar. Data industri menunjukkan hanya sekitar 8% pabrik baja di China yang beroperasi dengan laba, turun dari sekitar 30% pada pekan sebelumnya dan 60% pada periode yang sama tahun lalu. Ini merupakan level terlemah sejak September 2024, dengan harga kokas yang tetap tinggi terus menekan margin.
Menanggapi kondisi tersebut, asosiasi industri terkemuka di China dilaporkan telah mendesak produsen baja bulan lalu untuk secara sukarela memangkas produksi guna membantu mengurangi persediaan dan memulihkan profitabilitas setelah paruh pertama tahun yang sulit. Namun, analis mencatat bahwa pabrik tampak enggan melakukan pemangkasan produksi yang signifikan, terutama karena permintaan baja menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Terlepas dari fundamental yang masih lemah, investor tetap memperkirakan akan ada peningkatan musiman dalam konsumsi selama periode puncak konstruksi pada bulan September.