Harga kakao telah turun ke sekitar $2.900 per ton, setelah sempat mengalami rebound teknikal singkat yang mendorongnya menembus $3.000 per ton pada 2 Maret. Namun, kondisi pasar secara fundamental tetap lemah, mencerminkan ekspektasi pasokan yang melimpah dan permintaan yang melemah.
Kondisi cuaca yang mendukung di Afrika Barat menopang prospek produksi yang lebih kuat di kawasan tersebut, sementara Amerika Selatan—khususnya Ekuador—secara bertahap meningkatkan pangsa produksinya dalam output global. Dari sisi permintaan, perlambatan konsumsi global mendorong penumpukan persediaan di berbagai belahan dunia, yang kemungkinan akan membatasi peluang pemulihan harga yang berkelanjutan dalam jangka pendek.
Hedgepoint Global Markets memproyeksikan surplus kakao global sebesar 365.000 ton untuk musim 2025/26, menurut prospek yang dirilis akhir Februari. Untuk 2024/25, perusahaan tersebut merevisi perkiraan produksi dunia menjadi 4,728 juta ton, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,698 juta ton dan 8,4% lebih tinggi dibandingkan 4,362 juta ton yang tercatat pada 2023/24.