Harga Gas Alam AS Terus Turun

Kontrak berjangka gas alam AS melemah ke sekitar $3,08 per MMBtu pada hari Selasa, memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut seiring meredanya kekhawatiran atas gangguan pasokan yang berkepanjangan. Pada hari Senin, para menteri keuangan G-7 mengisyaratkan bahwa mereka siap menggunakan cadangan minyak strategis jika diperlukan, dan Presiden Trump menyatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung mungkin sudah mendekati akhir.

Meski demikian, risiko terhadap pasar energi masih bertahan. Terminal ekspor LNG terbesar di dunia tetap tidak beroperasi, dan Selat Hormuz masih ditutup. Dibandingkan dengan benchmark global, harga gas alam AS relatif terlindungi, karena produksi domestik cukup untuk memenuhi permintaan lokal dan kapasitas ekspor LNG sudah mendekati batas atasnya.

Selain itu, prakiraan cuaca yang lebih hangat dari biasanya di sebagian besar wilayah Amerika Serikat hingga akhir Maret diperkirakan akan menekan permintaan pemanas, sehingga semakin meredam tekanan kenaikan harga.