Saham Selandia Baru Menguat Kembali

Saham Selandia Baru naik 173 poin, atau 1,3%, ke level 13.271 pada perdagangan Selasa pagi, memutus penurunan beruntun dua hari. Penguatan ini mengikuti reli di akhir sesi di Wall Street semalam seiring meredanya ketegangan geopolitik, setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa konflik AS–Israel dengan Iran mungkin mendekati akhir. Sentimen juga didukung oleh aksi beli berbasis undervalue, dengan saham-saham lokal bangkit dari posisi terendah dua minggu yang tersentuh pada Senin di tengah lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi yang kembali mengemuka.

Di Tiongkok, inflasi tahunan pada Februari naik ke level tertinggi dalam tiga tahun, sementara penurunan harga produsen mulai melambat, memberikan sinyal yang beragam terkait tekanan biaya. Di NZX, kenaikan dipimpin oleh sektor manufaktur, layanan kesehatan, dan utilitas, meskipun pelemahan saham teknologi dan logistik membatasi kenaikan secara keseluruhan. Beberapa saham yang menonjol antara lain Scott Technology yang naik 3,5%; EBOS Group, 2,7%; Infratil, 2,4%; dan Ryman Healthcare, 2,2%.

Para investor kini menanti rilis data perdagangan gabungan Januari–Februari Tiongkok yang akan diumumkan hari ini, serta sejumlah data domestik penting pekan ini, termasuk penjualan manufaktur kuartal IV, data PMI Februari, dan angka kunjungan wisatawan Januari.