Imbal Hasil Jepang Turun karena Lelang Obligasi yang Kuat

Pada hari Jumat, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun sedikit menurun menjadi sekitar 2,24%. Penurunan ini terjadi setelah permintaan yang kuat terlihat pada lelang obligasi jangka panjang dan jangka pendek baru-baru ini. Minat yang kuat ini membantu meredakan kekhawatiran tentang permintaan investor terhadap utang domestik, meskipun prospek fiskal negara tersebut memburuk. Secara khusus, lelang obligasi bertenor 40 tahun pada hari Rabu mencatat permintaan tertinggi sejak Maret tahun sebelumnya, sementara lelang obligasi bertenor 2 tahun juga mengalami permintaan yang melampaui rata-rata 12 bulannya. Imbal hasil yang tinggi ini berhasil menarik minat investor. Lelang-lelang terbaru ini menunjukkan stabilisasi sentimen pasar setelah penjualan besar-besaran obligasi awal bulan ini, yang terjadi sebagai respons terhadap usulan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menangguhkan pajak penjualan makanan selama dua tahun. Investor tetap fokus mengevaluasi iklim politik saat mereka menantikan pemilihan cepat untuk majelis rendah pada 8 Februari mendatang. Selain itu, risalah dari pertemuan kebijakan Bank of Japan bulan Desember mengungkapkan bahwa anggota dewan cenderung melanjutkan kenaikan suku bunga, asalkan aktivitas ekonomi dan tren inflasi sejalan dengan proyeksi bank tersebut.