Rupiah Melemah Setelah Data PDB

Rupiah Indonesia melemah ke sekitar IDR 16.830 terhadap dolar pada hari Kamis, setelah periode stabilitas relatif selama tiga sesi perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini terutama dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, karena indeks dolar melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua minggu di tengah ekspektasi jalur yang lebih lambat untuk potensi penurunan suku bunga Federal Reserve.

Di dalam negeri, data baru menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11% pada tahun 2025, tidak mencapai target pertumbuhan pemerintah sebesar 5,2%, meskipun kinerja kuartal keempat yang kuat. Hasil ini meningkatkan spekulasi bahwa Bank Indonesia mungkin memiliki lebih banyak ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut selama tahun ini. Bank sentral telah menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan, mengingat konsensus bahwa output ekonomi tetap di bawah potensinya, bahkan setelah pemotongan suku bunga kumulatif sebesar 150 basis poin sejak September 2024.

Sentimen investor juga tertekan dengan antisipasi data cadangan devisa Januari, yang diharapkan akan dirilis pada hari Jumat, setelah mencapai level tertinggi sembilan bulan pada bulan Desember. Namun demikian, penurunan rupiah agak teredam oleh pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi, yang menyatakan keyakinannya bahwa mata uang tersebut dapat bergerak menuju IDR 15.000 per dolar, asalkan langkah-langkah kebijakan yang mendukung diterapkan.