Pada perdagangan pagi hari Kamis, indeks NZX 50 turun 39 poin, atau 0,3%, menjadi 13.428, membalikkan kenaikan yang terlihat pada sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah rilis data ketenagakerjaan pada hari Rabu, yang masih dievaluasi oleh para pedagang. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Selandia Baru naik menjadi 5,4% pada kuartal keempat, melampaui baik kuartal sebelumnya maupun perkiraan pasar sebesar 5,3%. Angka ini merupakan tingkat pengangguran tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2015. Di sisi lain, lapangan kerja meningkat sebesar 0,5%, melebihi prediksi kenaikan 0,3% setelah stagnasi pada kuartal ketiga. Statistik ini telah memicu diskusi tentang kemungkinan bank sentral menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Kinerja NZX 50 mencerminkan penurunan di Wall Street pada S&P 500 dan Nasdaq akibat penjualan besar-besaran saham teknologi yang sedang berlangsung. Sektor-sektor seperti keuangan, industri, barang konsumsi, dan real estat memberikan tekanan ke bawah pada indeks. Di awal sesi, penurunan signifikan termasuk Freightways Group yang turun 1,7%, Infratil dengan kerugian 1,3%, Contact Energy juga turun 1,3%, A2 Milk kehilangan 0,8%, Summerset Group turun 0,6%, dan Auckland International Airport turun 0,5%.