Futures kedelai di Amerika Serikat melonjak menjadi $11,15 per gantang pada bulan Februari, menandai level tertinggi dalam dua bulan, didorong oleh meningkatnya minat dari China terhadap ekspor kedelai AS. Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa China bermaksud untuk meningkatkan pembelian kedelai Amerika menjadi 20 juta ton tahun ini, dengan peningkatan lebih lanjut menjadi 25 juta ton diproyeksikan untuk tahun berikutnya. Perkembangan ini dipandang sebagai upaya Trump untuk mendapatkan kembali dukungan dari petani Amerika setelah pasar China beralih dari biji-bijian AS di tengah perang dagang antara kedua negara. Komitmen ini mungkin mengakibatkan pembeli China membayar premi pada 8 juta ton dari pesanan ini dibandingkan dengan opsi Amerika Selatan yang lebih hemat biaya, terutama karena panen yang melimpah di Brasil. Pasokan yang melimpah dari Brasil, yang memegang posisi sebagai produsen terkemuka dunia, telah menyebabkan premi AS atas kontrak CBOT hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tingkat Brasil.