Euro Jatuh ke Level Terendah Baru dalam Tiga Bulan

Euro melemah ke $1,156, level terendah sejak akhir November, karena para investor mencari aset aman di dolar AS di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik meningkat setelah Israel menyerang Beirut pada hari Jumat, menyusul evakuasi yang belum pernah terjadi sebelumnya atas seluruh wilayah selatan ibu kota Lebanon tersebut. Langkah ini menandai perluasan besar dalam perang Israel melawan Iran, yang dimulai satu minggu sebelumnya dalam koordinasi dengan Amerika Serikat. Pada saat yang sama, Presiden Trump mengklaim peran dalam menentukan pemimpin tertinggi Iran berikutnya, menyusul laporan tentang wafatnya Ayatollah Khamenei.

Kenaikan harga energi diperkirakan akan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi di seluruh Eropa, memperkuat ekspektasi bahwa European Central Bank mungkin mengambil sikap kebijakan moneter yang lebih ketat. Beberapa pembuat kebijakan ECB memperingatkan bahwa perang berkepanjangan yang melibatkan Iran dan berpotensi menarik lebih banyak negara dapat mendorong inflasi zona euro lebih tinggi sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi. Pasar uang saat ini memperkirakan sekitar 55% kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Juli dan 85% peluang kenaikan lagi pada bulan Desember.