Indeks Harga Saham Gabungan (IDX Composite) Indonesia melemah 26 poin, atau 0,4%, ke level 6.098,2 pada perdagangan Jumat pagi, mengakhiri reli kenaikan selama enam sesi berturut-turut. Selera risiko meredup seiring kontrak berjangka saham AS bergerak turun setelah koreksi di Wall Street semalam yang dipimpin oleh saham-saham chipmaker, sementara para investor mencerna putaran terbaru laporan kinerja emiten.
Di dalam negeri, kekhawatiran terhadap utang luar negeri kembali mencuat setelah totalnya mencapai USD 444 miliar pada Mei, meski otoritas menegaskan posisi utang tersebut masih dalam batas yang terkelola dengan baik. Pasar juga bersikap lebih berhati-hati menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia pekan depan, dengan fokus pada apakah bank sentral akan mempertahankan bias pengetatan setelah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif 100 bps pada Mei–Juni.
Dari sisi sektoral, basic materials, healthcare, dan industrials menjadi penekan utama indeks. Beberapa saham yang turun signifikan antara lain Hartadinata Abadi (-3,3%), Aneka Tambang (-2,3%), AKR Corporindo (-1,5%), dan Alamtri Minerals (-1,0%).
Kendati demikian, indeks acuan tersebut masih berada di jalur untuk mencatatkan penguatan mingguan kedua secara beruntun, naik sekitar 3%, didukung oleh Foreign Direct Investment kuartal II yang solid, yang tumbuh dengan laju tercepat sejak kuartal IV 2024, terutama didorong oleh proyek-proyek hilirisasi mineral. Sementara itu, pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah yang lebih kuat untuk menstabilkan harga pangan dan menahan inflasi di tengah risiko pasokan terkait El Niño.