Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 17.960 per dolar AS pada hari Jumat, melanjutkan penguatannya untuk sesi keempat berturut-turut. Dukungan bagi rupiah datang dari arus foreign direct investment yang kuat, yang melonjak 27,4% secara tahunan pada kuartal kedua, menegaskan kembali kepercayaan investor yang tetap solid.
Pada saat yang sama, pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah untuk menstabilkan harga pangan di tengah risiko pasokan terkait El NiƱo, menyusul kenaikan inflasi headline bulan Juni yang mendekati batas atas kisaran target Bank Indonesia. Dalam sepekan, rupiah berada di jalur mencatat kenaikan tipis sekitar 0,2%, menghapus sebagian pelemahan sebelumnya, didukung oleh keputusan S&P yang menegaskan kembali peringkat sovereign investment grade Indonesia dengan outlook stabil.
Ruang penguatan rupiah, bagaimanapun, tertahan oleh kenaikan harga minyak global dan laporan mengenai kelangkaan bahan bakar di Sumatra. Pelaku pasar juga tetap berhati-hati menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia pekan depan, setelah bank sentral tersebut menaikkan suku bunga total 100 basis poin pada Mei dan Juni.
Dari eksternal, pelemahan dolar AS turut memberikan tambahan dukungan. Indeks dolar bergerak nyaris datar pada hari Jumat namun menuju penurunan secara mingguan, seiring data inflasi AS yang lebih rendah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.