Indeks Harga Saham Gabungan (IDX Composite) Indonesia naik 25 poin, atau 0,4%, ke level 6.064 pada Rabu pagi, bangkit dari sesi sebelumnya yang lesu. Kenaikan ini didukung oleh sedikit penguatan pada futures saham AS, setelah data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan tajam mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juli.
Di dalam negeri, sentimen membaik setelah pemerintah berencana melonggarkan kuota produksi nikel, sebuah langkah yang diperkirakan akan menarik tambahan modal asing ke perusahaan tambang yang berfokus pada hilirisasi. PT Freeport Indonesia juga memproyeksikan kontribusi sebesar USD 2,6 miliar terhadap penerimaan negara pada 2026 melalui pajak, royalti, dan dividen.
Namun, momentum kenaikan tertahan oleh data ekonomi yang lemah dari Tiongkok, di mana pertumbuhan PDB kuartal II melambat ke laju terendah dalam tiga setengah tahun, menyoroti pemulihan yang belum merata di mitra dagang terbesar Indonesia tersebut. Investor juga tetap berhati-hati di tengah meningkatnya risiko geopolitik setelah serangan baru AS terhadap Teheran dan diberlakukannya kembali blokade laut oleh Washington di dekat Selat Hormuz.
Penguatan mencolok antara lain terlihat pada saham Aneka Tambang yang naik 3,8%, Darma Henwa yang menguat 2,2%, dan Bank Mandiri yang bertambah 1,2%.