NZX 50 turun 64 poin, atau 0,5%, menjadi 13.721 pada perdagangan Senin pagi karena investor melakukan aksi ambil untung setelah indeks menyentuh rekor tertinggi pada sesi sebelumnya, dengan pasar kembali dibuka setelah libur pada hari Jumat. Sentimen semakin tertekan oleh konflik yang memanas di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak, yang memperkuat kekhawatiran inflasi serta ekspektasi akan kenaikan suku bunga lanjutan. Pelaku pasar juga tetap berhati-hati menjelang rilis data penting, termasuk angka inflasi AS dan sejumlah indikator utama Tiongkok seperti PDB kuartal II.
Meskipun demikian, penurunan tersebut sebagian tertahan oleh data domestik yang lebih kuat dari perkiraan, dengan sektor swasta Selandia Baru mencatat pertumbuhan tercepat sejak Desember 2025. Sektor jasa kembali ke fase ekspansi, dan sektor manufaktur membukukan kinerja terkuat sejak Juli 2021. Secara sektoral, consumer staples, communication services, dan real estate memimpin pelemahan pasar. A2 Milk turun 3,4% setelah hasil lelang Global Dairy Trade yang lebih lemah, sementara penurun awal lain yang menonjol termasuk Chorus (-1,9%), Delegat Group (-1,9%), dan Fletcher Building (-1,7%).