Indeks dolar bergerak di kisaran 98,5 pada hari Kamis, bertahan di level tertinggi lebih dari sepekan karena upaya perdamaian yang terhenti antara AS dan Iran meningkatkan permintaan aset safe-haven terhadap greenback. Selat Hormuz pada praktiknya tetap tertutup, dengan Teheran mempertahankan kendali atas jalur perairan strategis tersebut dan menyita dua kapal, sementara blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih berlanjut. Perkembangan ini menopang kenaikan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi.
Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata saat ini akan tetap diberlakukan tanpa batas waktu sementara Washington menunggu proposal perdamaian baru dari Iran. Kekhawatiran inflasi yang berkelanjutan telah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini sepanjang tahun ini, sementara calon pejabat Fed Kevin Warsh bertekad menjaga independensi bank sentral dari Gedung Putih. Investor kini berfokus pada data klaim pengangguran mingguan dan rilis data PMI yang akan datang untuk memperoleh gambaran tambahan mengenai prospek ekonomi AS.