Bank sentral Filipina kembali mengetatkan kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga acuan dari 4,25% menjadi 4,50%. Keputusan ini tercatat dalam pembaruan data per 23 April 2026 dan menandai lanjutan tren pengetatan setelah periode sebelumnya berhenti di level 4,25%.
Kenaikan 25 basis poin ini mengindikasikan bahwa otoritas moneter Filipina tetap waspada terhadap tekanan inflasi dan potensi gejolak stabilitas makroekonomi. Pergerakan dari 4,25% ke 4,50% juga berpotensi memengaruhi biaya pinjaman di sektor ritel maupun korporasi, serta dapat memperkuat daya tarik aset berbasis peso di mata investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi.
Pelaku pasar keuangan regional akan mencermati langkah lanjutan bank sentral, khususnya apakah kenaikan ini menjadi awal dari siklus pengetatan yang lebih panjang atau sekadar penyesuaian terbatas untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali. Data dan panduan kebijakan berikutnya akan menjadi kunci bagi investor dalam menilai arah suku bunga Filipina ke depan.