Inflasi Singapura Tertinggi Sejak 2024

Laju inflasi tahunan Singapura meningkat menjadi 1,8% pada Maret 2026, naik dari 1,2% pada Februari, dan mencapai level tertingginya sejak September 2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh lonjakan tajam biaya transportasi, yang melonjak menjadi 6% dari 2,7% pada bulan sebelumnya, mencerminkan kenaikan harga bensin di tengah ketegangan yang berkepanjangan di Timur Tengah yang telah mengganggu rantai pasok global.

Sebaliknya, inflasi untuk makanan (1,6%) serta perumahan dan utilitas (0,3%) tercatat stabil. Tekanan harga sedikit mereda pada sektor kesehatan (4,0%, turun dari 4,2%) dan pada rekreasi, olahraga, dan budaya (1,7%, turun dari 1,9%).

Otoritas memperingatkan bahwa risiko inflasi masih cenderung mengarah ke kenaikan. Mereka menggarisbawahi bahwa gangguan berkepanjangan pada pasokan energi global atau kekurangan input utama dalam rantai pasok regional dapat semakin meningkatkan biaya impor bagi Singapura.

Secara bulanan (month-on-month), harga konsumen naik 0,5% pada Maret, melambat dari kenaikan 0,6% pada Februari. Sementara itu, inflasi inti (core inflation) meningkat menjadi 1,7%, dari 1,4% pada bulan sebelumnya, yang merupakan level tertingginya sejak November 2024.