Futures minyak mentah WTI naik lebih dari 4% hingga sekitar $97 per barel pada hari Kamis, menandai kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Selat Hormuz tetap ditutup, dan masih belum ada garis waktu yang jelas untuk dimulainya kembali perundingan.
Laporan dari Teheran menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara diaktifkan di beberapa bagian kota di tengah indikasi adanya aktivitas udara bermusuhan. Sebelumnya, Presiden AS Trump telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menarget kapal apa pun yang mencoba menanam ranjau di Selat Hormuz dan berjanji untuk meningkatkan upaya pengamanan jalur perairan strategis tersebut.
Perundingan gencatan senjata diperpanjang tanpa batas waktu sementara Washington menunggu proposal resmi baru, sementara blokade tetap diberlakukan. Iran, di pihaknya, memberi sinyal tidak ada kesiapan segera untuk kembali ke meja perundingan selama pembatasan angkatan laut AS terhadap pelabuhannya masih berlanjut.
Kebuntuan ini telah mengakibatkan pencegatan kapal tanker Iran oleh pasukan AS, sementara Teheran semakin memperketat kendalinya atas Selat tersebut. Gangguan terhadap lalu lintas di titik chokepoint utama ini telah mengurangi pengiriman dari produsen utama di Teluk, sehingga memperburuk pengetatan pasokan minyak global.