Kontrak berjangka bensin AS turun ke $3,05 per galon setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir satu bulan di $3,10 pada 8 Juli, seiring pelaku pasar menilai ulang prospek pasokan di tengah memanasnya kembali ketegangan AS‑Iran di Timur Tengah. Pelemahan ini terjadi setelah Washington mencabut keringanan selama 60 hari yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak di pasar global dan melancarkan serangan balasan sebagai respons atas serangan terhadap pangkalan militer Amerika, yang kembali memicu kekhawatiran potensi gangguan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz. Namun, kekhawatiran tersebut mereda karena sejumlah tanker bermuatan dari Uni Emirat Arab tetap melakukan kegiatan muat dan berangkat, sehingga mengurangi kekhawatiran bahwa ekspor regional akan terhenti total. Pada saat yang sama, prospek surplus minyak mentah, yang didorong oleh pertumbuhan produksi yang lebih cepat di bawah kuota produksi OPEC+ yang lebih tinggi, memberikan tekanan turun tambahan pada harga. Meski demikian, ketidakpastian tetap ada terkait apakah kilang‑kilang global memiliki kapasitas yang memadai untuk mengolah setiap kelebihan pasokan yang mungkin timbul.