WTI Melemah saat AS Menuju Perundingan, Hormuz Masih Terblokir

Futures minyak mentah WTI melemah ke $94,7 per barel pada hari Jumat, mengakhiri reli empat hari, setelah Gedung Putih mengumumkan akan mengirim utusan ke Pakistan, tempat para pejabat Iran juga diperkirakan akan hadir. Langkah ini memunculkan harapan hati-hati bahwa negosiasi AS–Iran yang mandek dapat kembali dilanjutkan dan pada akhirnya membuka kembali Selat Hormuz. Namun, Teheran mengambil sikap waspada, dengan laporan yang menunjukkan bahwa tidak ada pembicaraan resmi yang dijadwalkan selama kunjungan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Sekadar prospek dimulainya kembali jalur diplomasi telah memangkas sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya sudah tercermin dalam harga minyak mentah di awal pekan. Pasar tetap terpaku pada apakah akan muncul negosiasi substansial sementara jalur pelayaran kritis tersebut masih pada dasarnya tertutup. Blokade angkatan laut AS yang berlanjut masih menekan ekspor minyak mentah Iran dan menjadi hambatan utama bagi tercapainya terobosan. Analis juga menekankan bahwa sekalipun selat tersebut dibuka kembali, butuh waktu berbulan-bulan agar arus minyak kembali normal, sehingga kondisi pasokan tetap ketat dan tekanan terhadap pasar energi global terus berlanjut.