Dolar Tetap Stabil di Tengah Serangan Iran

Indeks dolar bergerak di kisaran 101 pada hari Kamis dan tetap berada di jalur untuk membukukan kenaikan secara mingguan, karena konflik yang kembali memanas di Timur Tengah mendorong permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Militer AS mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan serangan ke Iran untuk hari kedua berturut-turut, sementara Teheran mengancam akan melakukan operasi balasan berskala besar terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh kawasan.

Ketegangan terbaru tersebut mendorong kenaikan harga minyak, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga mungkin akan bertahan di level tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Pada saat yang sama, risalah rapat Federal Reserve bulan Juni menunjukkan hanya beberapa pembuat kebijakan yang mendukung kenaikan suku bunga tambahan, meski para pejabat menyuarakan kekhawatiran yang semakin besar terhadap prospek inflasi. Pasar masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga Fed hingga akhir 2026.

Para investor kini menantikan data klaim tunjangan pengangguran mingguan terbaru dan penjualan rumah yang sudah ada untuk mendapatkan sinyal lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.