Penjualan Ritel Indonesia Mei 2026 Turun 3,9% YoY, Pelemahan Sedikit Melebar dari April

Penjualan ritel Indonesia kembali mencatat kontraksi pada Mei 2026, dengan penurunan sebesar 3,9% secara tahunan (year-on-year/YoY). Data yang diperbarui pada 9 Juli 2026 ini menunjukkan pelemahan yang sedikit melebar dibandingkan April 2026, ketika penjualan ritel terkontraksi 3,7% YoY.

Angka tersebut merefleksikan bahwa konsumsi masyarakat, yang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, masih bergerak lesu jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kedua bulan berturut-turut mencatat penurunan di kisaran hampir 4% YoY, tren ini mengindikasikan tekanan berkelanjutan pada aktivitas ritel sepanjang kuartal II 2026.

Dalam metode perbandingan tahun-ke-tahun yang digunakan, realisasi Mei 2026 mengukur perubahan penjualan ritel terhadap Mei 2025, sementara data April 2026 merefleksikan perbandingan dengan April 2025. Pelebaran kontraksi dari -3,7% menjadi -3,9% mengisyaratkan bahwa pemulihan daya beli konsumen belum sepenuhnya menguat, dan pelaku pasar akan mencermati rilis data berikutnya untuk melihat apakah pelemahan ini bersifat sementara atau berpotensi berlanjut lebih panjang.