Dolar Kehilangan Arah

Indeks dolar nyaris tidak berubah di kisaran 101 pada hari Rabu karena para investor menimbang eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Presiden Trump menyatakan bahwa “sejauh yang saya ketahui, gencatan senjata sudah berakhir” dan mengancam akan melakukan serangan tambahan terhadap Iran serta blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut. AS juga melancarkan serangan baru ke Iran dan mencabut pengecualian yang sebelumnya mengizinkan Teheran menjual minyak mentah di pasar global.

Langkah-langkah ini menyusul serangkaian serangan dalam beberapa hari terakhir terhadap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Harga minyak kembali melonjak, memicu kembali kekhawatiran tentang inflasi dan risiko pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Menyikapi hal tersebut, para pelaku pasar meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve, dengan probabilitas implisit kenaikan pada bulan September naik menjadi sekitar 69%, dari 58% pada hari sebelumnya.

Pada saat yang sama, risalah dari pertemuan FOMC terakhir menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan tetap terpecah mengenai arah suku bunga ke depan dan telah mengkaji berbagai skenario ekonomi yang berpotensi terjadi.