Emas bergerak di kisaran dekat $4.100 per ounce pada hari Rabu setelah turun lebih dari 1% pada sesi sebelumnya, seiring militer AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran menyusul serangkaian serangan terbaru terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Eskalasi yang kembali memanas tersebut mengancam kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran serta mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pada saat yang sama, AS mencabut pengecualian yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak mentah di pasar internasional, sementara konflik terbaru membuat pemilik kapal dan produsen regional enggan menggunakan rute Hormuz, sehingga meningkatkan risiko gangguan baru terhadap pasokan energi global. Para investor juga menanti risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juni untuk mendapatkan wawasan tambahan mengenai prospek kebijakan. Emas sempat menguat kembali setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dalam waktu dekat, namun memanasnya kembali ketegangan di Timur Tengah membuat prospeknya tetap tidak menentu.