Cadangan devisa Singapura tercatat turun pada Juni 2026, setelah posisi resminya menyusut menjadi USD 426,2 miliar dari sebelumnya USD 430,1 miliar pada Mei 2026. Data terbaru ini dirilis pada 7 Juli 2026 dan menunjukkan pelemahan posisi valuta asing negara tersebut secara _month-on-month_.
Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pergerakan ini mencerminkan penurunan cadangan yang dinilai melalui perbandingan bulanan (_month-over-month_), di mana angka aktual Juni 2026 diukur terhadap kinerja Mei 2026. Sementara itu, data “previous” mengacu pada perubahan cadangan devisa di Mei 2026 bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya lagi, memberikan konteks dinamika jangka pendek dalam pergerakan simpanan luar negeri Singapura.
Perkembangan ini menjadi salah satu indikator penting bagi pelaku pasar dan pengamat ekonomi untuk menilai ketahanan eksternal Singapura, termasuk kapasitas pembiayaan impor, stabilitas nilai tukar, dan ruang kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang.