Harga Minyak Menguat

Harga minyak mentah naik menembus $69 per barel pada hari Selasa setelah serangan terhadap kapal-kapal niaga di dalam dan sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran tentang potensi gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi global. Insiden ini kembali memicu kecemasan di kalangan pemilik kapal dan menimbulkan keraguan atas ketahanan kesepakatan AS-Iran yang dimaksudkan untuk mencegah serangan di koridor maritim strategis tersebut. Menambah ketidakpastian, menteri luar negeri Iran memperingatkan bahwa perundingan damai final bisa terhambat jika ancaman geopolitik berlanjut.

Terlepas dari perkembangan ini, harga minyak tetap berada dekat level terendah sejak akhir Februari, karena ekspektasi peningkatan pasokan terus memberikan tekanan pada pasar. Laporan menunjukkan setidaknya delapan kapal yang terkait dengan Jepang meninggalkan Selat Hormuz melalui rute yang dekat dengan Iran, termasuk lima supertanker yang masing-masing mampu mengangkut 2 juta barel minyak mentah.

Secara paralel, Saudi Aramco menurunkan official selling price untuk minyak mentah Arab Light yang dijual kepada pembeli di Asia untuk bulan depan sebesar $1,10 per barel, sehingga memperdalam diskon menjadi $1,50 di bawah benchmark regional, mencerminkan kondisi pasar yang melemah.