Emas Melemah Seiring Penguatan Dolar

Harga emas turun ke $4.140 per ounce pada hari Senin, terkoreksi dari level tertinggi dua minggu seiring dengan menguatnya dolar AS. Namun, penurunan tersebut tertahan oleh semakin banyaknya bukti pelemahan pasar tenaga kerja AS, yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve.

Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan perlambatan tajam dalam pertumbuhan lapangan kerja AS pada bulan Juni, disertai dengan revisi turun angka ketenagakerjaan untuk dua bulan sebelumnya. Gambaran pasar tenaga kerja yang lebih lemah ini membuat pelaku pasar mengurangi perkiraan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam jangka pendek.

Di pasar energi, harga minyak bergerak turun seiring dimulainya kembali aliran energi melalui Selat Hormuz, yang dikombinasikan dengan potensi peningkatan produksi OPEC+, sehingga memicu kekhawatiran akan kelebihan pasokan yang mulai terbentuk.

Perhatian sekarang beralih ke risalah pertemuan Fed yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan September yang lebih besar dari 50%. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Jumat, JPMorgan memperingatkan bahwa permintaan dari sektor-sektor kunci mungkin ternyata lebih lemah dari perkiraan sebelumnya, yang kemungkinan akan membatasi kenaikan harga emas di sekitar $4.300 per ounce pada kuartal ketiga dan $4.500 pada kuartal keempat.