WTI crude futures menguat menuju $97 per barel pada hari Jumat, naik untuk sesi ketiga berturut-turut setelah Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, bertekad untuk tetap menutup efektif Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan bahwa Iran dapat membuka medan konflik tambahan jika AS dan Israel terus melancarkan serangan mereka.
Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan menjadi ancaman bagi Timur Tengah adalah prioritas yang lebih tinggi baginya dibandingkan dengan biaya minyak. Sejak konflik meletus awal bulan ini, kapal tanker tidak dapat memuat minyak mentah di Teluk, yang pada praktiknya membuat 20% perdagangan minyak global terhenti dan memaksa produsen GCC memangkas produksi sebesar 10 juta barel per hari setelah kapasitas penyimpanan penuh.
International Energy Agency menggambarkan gangguan tersebut sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar minyak, mendorong negara-negara anggota untuk menyetujui pelepasan 400 juta barel dari cadangan strategis.