Indeks SET50 Thailand melemah sekitar 0,5% pada awal perdagangan Kamis, bergerak di kisaran 966 setelah kenaikan pada sesi sebelumnya. Sentimen tertekan setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuannya di level 1% pada Rabu, sambil memperingatkan bahwa dampak rambatan dari konflik di Timur Tengah dapat memperlambat pertumbuhan domestik tahun ini menjadi 1,5%. Pembuat kebijakan juga memberi sinyal bahwa inflasi berpeluang naik meski kondisi kredit masih lesu.
Di Amerika Serikat, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk pertemuan ketiga berturut-turut, meskipun empat pejabat menyatakan perbedaan pendapat. Di dalam negeri, saham-saham Thailand berada di jalur penurunan bulanan untuk bulan kedua berturut-turut, turun sekitar 0,2% sejauh ini, setelah koreksi tajam pada Maret.
Kinerja sektoral bervariasi: energy minerals, consumer services, dan retail trade memberikan dukungan, sementara producer manufacturing dan consumer durables menekan indeks. Sejumlah saham yang tertinggal antara lain TISCO Financial Group (-3,0%), Airports of Thailand (-2,9%), dan Kiatnakin Phatra Bank (-1,25%). Bursa akan tutup pada hari Jumat dalam rangka peringatan Hari Buruh Nasional.