Rupiah Sedikit Menguat, Namun Pelemahan Mingguan Masih Berlanjut

Rupiah menguat tipis dalam perdagangan yang sepi menjelang libur pada Jumat, bergerak di kisaran Rp17.300 per dolar AS setelah sempat menyentuh rekor terendah baru di sekitar Rp17.390 sebelumnya. Penguatan terbatas ini terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS dan munculnya tanda-tanda awal stabilisasi di pasar valuta asing kawasan. Meski demikian, sentimen tetap rapuh menjelang rilis serangkaian data domestik penting.

Data CPI April yang akan dirilis pada Senin menjadi sorotan utama untuk melihat seberapa besar dampak kenaikan harga BBM non-subsidi, di tengah harga minyak global yang tinggi akibat ketegangan di Timur Tengah yang menambah risiko inflasi. Data neraca perdagangan Maret juga akan dicermati setelah lonjakan impor mempersempit surplus Februari, menegaskan adanya tekanan eksternal. Data PDB kuartal I akan membantu memperjelas arah pertumbuhan setelah perekonomian mencatat level tertinggi dalam tiga tahun pada kuartal IV. Cadangan devisa April juga akan diawasi, menyusul posisi terendah hampir dua tahun pada Maret.

Terlepas dari penguatan pada Jumat, rupiah masih berada di jalur pelemahan mingguan kelima berturut-turut, dengan koreksi sekitar 0,6% sejauh ini, tertekan oleh menyusutnya buffer kas pemerintah. Ketidakpastian juga masih membayangi terkait dukungan kebijakan bank sentral, meskipun suku bunga acuan telah dipertahankan sejak Oktober.