Indeks acuan KOSPI melonjak lebih dari 2% ke sekitar 5.680 pada hari Selasa, naik untuk sesi kedua berturut-turut seiring turunnya harga minyak yang meningkatkan selera risiko global dan mendukung pasar yang sensitif terhadap energi. Harga minyak mentah terkoreksi setelah langkah-langkah untuk menstabilkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz meredakan kekhawatiran gangguan pasokan, yang sebelumnya telah mendorong tekanan inflasi dan membebani nilai won Korea.
Kenaikan tersebut mencerminkan penguatan tajam di Wall Street, di mana indeks-indeks utama AS menguat didorong oleh penurunan harga energi dan membaiknya sentimen terkait konflik di Timur Tengah. Latar belakang ini memperkuat nada risk-on yang lebih luas di pasar saham global.
Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar memimpin penguatan, dengan Samsung Electronics dan SK hynix masing-masing naik 3,9% dan 2,3%, di tengah berlanjutnya optimisme terhadap permintaan yang terkait dengan artificial intelligence. Saham-saham utama lainnya juga menguat, termasuk Hyundai Motor (5,5%), LG Energy Solution (1,6%), SK Square (6,1%), dan Kia Corporation (3,8%).