NZX 50 naik 133 poin, atau 1,0%, dan ditutup di level 13.316 pada hari Rabu, melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah menguatnya kontrak berjangka saham AS menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve nanti hari ini dan rilis proyeksi ekonomi pertamanya untuk tahun 2026.
Di China, mitra dagang terbesar Selandia Baru, People’s Bank of China akan melakukan tinjauan bulanan suku bunga pinjaman utamanya pada hari Jumat. Bank sentral tersebut telah mempertahankan suku bunga acuan ini di rekor terendah selama sembilan bulan berturut-turut hingga Februari dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di dalam negeri, data PDB kuartal keempat akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Laporan media lokal menunjukkan bahwa ekonomi Selandia Baru mungkin mulai “berbalik arah,” terutama didukung oleh sektor primer dan pemulihan pariwisata. Namun demikian, memburuknya situasi di Timur Tengah telah mengaburkan prospek, dengan kenaikan harga dan gangguan rantai pasok yang kembali muncul membebani sentimen investor.
Dari sisi sektor, consumer durables, industrial services, dan utilities memimpin penguatan pasar, sementara logistics, healthcare, dan technology services tertinggal. Pencetak kenaikan menonjol antara lain Tourism Holdings (naik 6,6%), Scales Corp (naik 4,7%), Hallenstein Glasson (naik 3,0%), dan Genesis Energy (naik 2,8%).