Dalam rapat kebijakan bulan Maret 2025, Bank of Ghana memangkas suku bunga acuan sebesar 150 basis poin menjadi 14%, menandai pemangkasan kelima berturut-turut dan kembalinya kondisi pinjaman yang lebih longgar seperti sebelum invasi Rusia ke Ukraina yang memicu guncangan inflasi global. Langkah ini sedikit lebih agresif dibandingkan konsensus pasar, yang sebelumnya memperkirakan pemangkasan sebesar 100 basis poin, dan menegaskan fokus pembuat kebijakan yang semakin besar pada dukungan terhadap pertumbuhan meskipun masih terdapat risiko kenaikan inflasi.
Inflasi utama baru-baru ini mereda menjadi 3,3% pada Februari, level terendah dalam 25 tahun. Namun, efek basis dan lonjakan tajam harga energi global, yang didorong oleh konflik di Teluk Persia, diperkirakan akan kembali menekan harga ke atas. Pada saat yang sama, lonjakan harga emas tahun lalu telah meningkatkan arus masuk valuta asing ke Ghana, mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk mempertahankan nilai cedi dan memberikan ruang tambahan untuk menurunkan suku bunga kebijakan.