Minyak Mentah Melanjutkan Momentum Kenaikan

Futures minyak mentah WTI naik mendekati $98 per barel seiring investor bereaksi terhadap konflik yang meningkat di Timur Tengah dan semakin besarnya kemungkinan terjadinya gangguan pasokan nyata. Pasar kini mulai memasukkan ke dalam harga potensi kehilangan produksi yang sesungguhnya setelah Irak menyatakan force majeure di seluruh ladang minyaknya dan serangan drone menargetkan kilang di Kuwait.

Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump menolak gencatan senjata dengan Iran dan menyatakan keyakinannya bahwa Selat Hormuz akan “terbuka dengan sendirinya,” meskipun Pentagon mengerahkan ribuan Marinir tambahan dan mempertimbangkan rencana untuk merebut terminal minyak Kharg Island milik Iran. Premi risiko geopolitik melebar setelah serangan terhadap kilang Kuwait dan laporan mengenai persiapan besar-besaran untuk kemungkinan operasi darat.

Investor semakin meninggalkan ekspektasi akan solusi diplomatik yang cepat dan justru bersiap menghadapi gangguan berkepanjangan terhadap arus energi global. Premi risiko terus meningkat meski International Energy Agency melepaskan 400 juta barel dari cadangan strategis, karena penurunan tajam lalu lintas kapal tanker menutupi dampak langkah darurat tersebut. Selain itu, persediaan minyak mentah AS di Cushing naik menjadi 27,52 juta barel.