Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik lebih dari 4% pada Rabu sore, diperdagangkan di dekat $87 per barel setelah sempat mendekati $89 sebelumnya pada sesi tersebut. Kenaikan ini terjadi karena pelepasan cadangan darurat secara historis oleh International Energy Agency gagal mengimbangi meredupnya ekspektasi akan berakhirnya perang dalam waktu dekat.
Ketegangan di Timur Tengah tidak menunjukkan tanda-tanda mereda setelah serangkaian serangan terhadap beberapa kapal komersial di lepas pantai Iran. Teheran dikabarkan telah menyampaikan kepada para mediator regional bahwa pihaknya hanya akan menerima gencatan senjata jika Amerika Serikat menjamin bahwa baik AS maupun Israel tidak akan melakukan serangan di wilayah Iran di masa mendatang. Washington secara luas dipandang kecil kemungkinannya menyetujui syarat tersebut, sehingga semakin mengecilkan harapan akan adanya penyelesaian cepat.
Sebelumnya pada hari yang sama, Donald Trump mengatakan kepada Axios dalam wawancara singkat melalui telepon bahwa perang akan berakhir “segera,” dengan klaim bahwa “praktis tidak ada lagi yang bisa dijadikan target.”
Pada saat yang sama, IEA menyetujui penarikan cadangan minyak darurat terbesar yang pernah ada, dengan negara-negara anggotanya akan melepaskan total 400 juta barel.