NZX 50 melemah 12 poin, atau 0,1%, dan ditutup di level 13.187 pada hari Jumat, memperpanjang tren penurunan ke sesi kedua karena pelemahan di sektor logistik, jasa industri, dan transportasi menekan sentimen pasar. Penurunan di awal sesi sempat tertahan sebagian oleh penguatan di sektor energy minerals dan jasa konsumen, namun indeks acuan tersebut tetap membukukan pelemahan mingguan kedua berturut-turut, turun sekitar 2,5%.
Tekanan jual meningkat di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah, yang membuat harga minyak mentah tetap tinggi dan memperkuat kekhawatiran inflasi. Pada saat yang sama, penyelidikan dagang baru yang diluncurkan Washington terkait kelebihan kapasitas industri dan kerja paksa meningkatkan risiko tarif baru terhadap mitra-mitra utama, terutama China, mitra dagang terbesar New Zealand.
Para investor kini mengalihkan perhatian ke rilis data domestik penting yang akan keluar pekan depan, termasuk data inflasi harga makanan New Zealand untuk Februari dan angka PDB kuartal IV. Di antara saham yang menonjol turun pada hari Jumat adalah Freightways (-2,9%), Hallenstein Glasson (-2,5%), Tourism Holdings (-2,5%), dan AFT Pharmaceuticals (-2,2%).