Perak Melemah Setelah Sesi yang Volatil

Harga perak melemah ke sekitar $73,50 per ounce pada hari Kamis setelah volatilitas tajam pada sesi sebelumnya, seiring investor menimbang gencatan senjata yang rapuh di Timur Tengah dengan bentrokan sporadis dan ketidakpastian yang terus berlanjut terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Media Iran melaporkan bahwa lalu lintas kapal tanker minyak melalui selat tersebut telah ditangguhkan setelah serangan Israel ke Lebanon, sementara seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa tiga ketentuan proposal gencatan senjata sudah dilanggar.

Pada saat yang sama, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Selat Hormuz dapat mulai dibuka kembali ketika ia memimpin delegasi AS ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Iran. Harga minyak pulih secara moderat, dan baik dolar AS maupun imbal hasil Treasury bergerak sedikit lebih tinggi, sehingga tetap menekan logam mulia.

Pada hari Rabu, harga perak sempat melonjak hingga 6,3% setelah pengumuman gencatan senjata, sebelum kemudian menghapus hampir seluruh kenaikan tersebut karena investor merealisasikan keuntungan di tengah reli risk-on yang lebih luas di pasar saham global.