Kontrak berjangka minyak mentah WTI terkoreksi dari level tertinggi intrahari dan diperdagangkan di bawah $112 per barel karena para pelaku pasar menilai peluang tercapainya terobosan diplomatik menjelang tenggat pukul 8 malam yang ditetapkan Presiden Trump. Harga sebelumnya sempat melonjak setelah serangan Amerika Serikat terhadap terminal ekspor Kharg Island milik Iran, namun reli tersebut memudar setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengusulkan perpanjangan tenggat selama dua minggu dan pembukaan kembali sementara Selat Hormuz. Upaya mediasi yang dipimpin Pakistan ini menyuntikkan sedikit optimisme di tahap akhir sesi ke dalam pasar, mendorong investor untuk mengurangi sebagian posisi defensif mereka di sektor energi. Pada saat yang sama, pelaku pasar juga menimbang risiko penurunan permintaan, setelah International Energy Agency memperingatkan bahwa krisis saat ini bisa jadi lebih parah dibandingkan guncangan minyak pada era 1970-an.