Saham Selandia Baru Lanjut Melemah di Awal Pekan

NZX 50 turun 116 poin, atau 0,9%, menjadi 13.065 pada perdagangan Senin pagi, memperpanjang penurunan pada sesi sebelumnya dan menyentuh level terendah sejak 2 April, seiring mengikuti pelemahan pada futures AS. Pasar yang lebih luas terus melemah setelah presiden AS mengumumkan bahwa militer AS akan memblokir kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran, menyusul gagalnya pembicaraan damai AS–Iran.

Sentimen juga berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi utama dari Tiongkok—mitra dagang terbesar Selandia Baru—termasuk data PDB kuartal pertama dan neraca perdagangan, yang keduanya akan diumumkan akhir pekan ini.

Penurunan terutama dipimpin oleh sektor consumer staples, dengan tekanan tambahan dari sektor keuangan dan utilitas. Penurun mencolok antara lain Fonterra (-25,0%), A2 Milk (-11,7%), Infratil (-1,1%), Mainfreight (-0,7%), dan Westpac Banking Corp (-0,7%).