WTI crude futures ditutup pada level $99,60 per barel pada hari Rabu, dengan harga melemah di awal bulan baru di tengah meningkatnya optimisme terhadap kemungkinan penyelesaian konflik dengan Iran. Presiden Donald Trump mengindikasikan bahwa pasukan militer AS dapat ditarik dari wilayah tersebut dalam dua hingga tiga minggu dan mengonfirmasi bahwa presiden Iran telah meminta gencatan senjata.
Namun, Gedung Putih tetap mempertahankan posisi tegas, menekankan bahwa setiap gencatan senjata hanya akan dipertimbangkan setelah Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan aman untuk pelayaran internasional.
Dari sisi pasokan, persediaan minyak mentah komersial AS melonjak sebesar 5,5 juta barel menjadi 461,6 juta pada pekan yang berakhir 27 Maret, jauh melampaui ekspektasi analis dan menandai kenaikan mingguan selama enam minggu berturut-turut. Kenaikan persediaan domestik tersebut didorong oleh penurunan pemanfaatan kilang menjadi 92,1% dan penurunan pengolahan minyak mentah sebesar 219.000 barel per hari.
Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama bagi pasar energi, terutama setelah dana berbasis minyak mencatat volume perdagangan tertinggi sepanjang sejarah pada bulan Maret.