Harga minyak pemanas di AS telah naik menjadi sekitar $5,12 per galon, level tertinggi sepanjang sejarah, seiring pasokan produk olahan yang semakin ketat. Data dari EIA menunjukkan bahwa persediaan distilat AS—yang mencakup diesel dan minyak pemanas—bertambah 2,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 4 September. Namun, stok masih 13% di bawah rata-rata lima tahun, menegaskan bahwa persediaan tetap relatif rendah. Pada saat yang sama, kilang-kilang di AS beroperasi pada 97,8% kapasitas selama pekan tersebut, sehingga hampir tidak ada ruang untuk secara signifikan meningkatkan produksi distilat.
Pengetatan pasokan ini diperparah oleh meningkatnya risiko global. Serangan Houthi menargetkan infrastruktur energi Saudi, gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut, dan serangan Ukraina terhadap kilang Rusia—dikombinasikan dengan pembatasan ekspor Rusia—semakin membatasi pasokan diesel. Dari sisi permintaan, aktivitas pertanian musiman dan datangnya musim dingin yang meningkatkan kebutuhan pemanas kemungkinan akan menguatkan konsumsi distilat, sehingga menambah tekanan pada pasokan yang sudah ketat.