Harga minyak mentah naik menembus $103 per barel pada hari Kamis, level tertinggi sejak 19 Mei, seiring memuncaknya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan pada pasokan energi global. Penasihat utama Gedung Putih dilaporkan telah membahas dengan Presiden Donald Trump kemungkinan bahwa perang dengan Iran dapat berlanjut hingga melewati Hari Pelantikan pada Januari 2029.
Konflik melebar pekan ini ketika sekutu Iran, kelompok Houthi di Yaman, menyerang beberapa fasilitas energi di Arab Saudi, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas regional. Produksi minyak mentah Arab Saudi anjlok tajam pada Agustus 2026, turun sekitar 1,9 juta barel per hari.
Iran melaporkan adanya serangan terhadap kapal perang dan tanker AS di Teluk Persia, sementara Washington menyatakan telah menargetkan 10 kapal tanker Iran. Menambah tekanan kenaikan harga, tarif angkutan kapal tanker minyak melonjak ke rekor tertinggi, dan persediaan minyak mentah AS turun 300.000 barel pada pekan yang berakhir 4 September.
Berbanding terbalik dengan itu, US Energy Information Administration (EIA) menaikkan proyeksinya untuk produksi minyak mentah AS pada 2027 menjadi 14,3 juta barel per hari, yang mengindikasikan ekspektasi keluaran yang tetap kuat meski ada ketidakpastian geopolitik.