Neraca berjalan Afrika Selatan berbalik ke wilayah defisit pada kuartal II 2026, turun tajam dari surplus sebelumnya. Menurut data yang diperbarui pada 10 September 2026, neraca berjalan sebagai persentase terhadap PDB bergeser dari surplus 2,30% pada kuartal I 2026 menjadi defisit 2,60% pada kuartal II 2026.
Perubahan ini mencerminkan memburuknya posisi eksternal negara tersebut dalam periode tiga bulan terakhir. Pergeseran dari surplus ke defisit neraca berjalan sering kali mengindikasikan tekanan pada sektor eksternal, baik melalui penurunan ekspor bersih, kenaikan impor, atau perubahan signifikan pada aliran pendapatan dan transfer dengan luar negeri. Investor dan pelaku pasar keuangan akan mencermati pergerakan ini sebagai salah satu indikator kesehatan ekonomi makro Afrika Selatan pada paruh pertama 2026.