Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp17.530 per dolar AS pada hari Kamis, setelah sempat menguat hingga di bawah Rp17.450 pada sesi sebelumnya. Sentimen tertekan oleh kekhawatiran atas harga minyak Brent yang berada di atas USD 100 per barel, yang berpotensi membebani posisi fiskal Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih. Meski demikian, rupiah mendapat dukungan dari prospek domestik yang lebih positif, melanjutkan tren penguatan selama sepekan terakhir setelah penunjukan Destry Damayanti sebagai Gubernur baru Bank Indonesia.
Faktor eksternal juga turut memberikan sokongan, dengan cadangan devisa meningkat pada Agustus ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir, memperkuat ekspektasi bahwa Indonesia akan tetap memiliki penyangga yang memadai dalam jangka pendek. Pada saat yang sama, fundamental domestik membaik: penjualan ritel tumbuh pada Juli untuk pertama kalinya dalam empat bulan. Otoritas memperketat upaya untuk meredam volatilitas harga pangan setelah inflasi tahunan naik menjadi 3,19% pada Agustus. Di tingkat global, indeks dolar AS bergerak relatif datar karena investor menanti rilis data inflasi utama di Amerika Serikat.