Perak Menguat Kembali dari Level Terendah dalam 7 Bulan

Harga perak menguat mendekati $60 per ounce, menghentikan penurunan tajam yang sebelumnya sempat membawa harga ke level terendah tujuh bulan di $57 pada 24 Juni. Dalam beberapa waktu terakhir, logam ini mengungguli emas, karena ekspektasi permintaan industri yang kuat membantu meredam tekanan dari Federal Reserve yang masih mempertahankan kebijakan ketat.

Saham perusahaan chip dan pengembang data center menguat untuk sesi kedua berturut‑turut, mencerminkan kembalinya posisi beli pada tema ekspansi kapasitas komputasi. Aktivitas ini memperbaiki prospek konsumsi perak, mengingat daya hantar listrik logam tersebut dan peran yang kian besar dalam infrastruktur terkait AI.

Kendati demikian, sikap hawkish The Fed tetap menekan aset tanpa imbal hasil. Data pasar tenaga kerja yang kuat, ditambah survei yang menunjukkan meningkatnya ekspektasi inflasi, mendorong porsi signifikan anggota FOMC memberi sinyal kemungkinan kebijakan yang lebih ketat lagi tahun ini.

Selain itu, pasar pendapatan tetap menghadapi prospek berkurangnya pasokan seiring Ketua The Fed Warsh mengadvokasi penyusutan neraca The Fed. Pergeseran semacam ini akan membalikkan “debasement trade” yang menguat pada akhir 2025.