Real Brasil menguat tipis ke sekitar 5,08 per dolar AS pada bulan September, menyentuh level terkuat dalam lebih dari satu bulan, setelah rilis data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan. Laju inflasi tahunan Brasil melambat menjadi 4,22% pada Agustus 2026 dari 4,44% pada Juli, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 4,27% dan bergerak lebih jauh masuk ke dalam kisaran target bank sentral sebesar 1,50%–4,50%.
Dengan suku bunga Selic yang masih berada di level tinggi, kenaikan imbal hasil riil obligasi Brasil meningkatkan daya tarik pasar pendapatan tetap negara tersebut bagi investor asing yang mencari imbal hasil. Inflasi yang lebih lunak juga membantu menekan premi risiko negara, sehingga semakin memperkuat kepercayaan investor eksternal.
Pada saat yang sama, data inflasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa BCB akan memangkas suku bunga Selic pada pertemuan Copom pekan depan. Langkah seperti itu akan mempersempit selisih suku bunga dengan Amerika Serikat, di mana ekspektasi terhadap satu kali kenaikan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve tetap tinggi setelah data CPI AS sebagian besar sesuai dengan perkiraan.
Sementara itu, penguatan dukungan terhadap Flávio Bolsonaro dalam jajak pendapat pemilihan presiden terbaru memberikan tambahan sentimen positif bagi real, karena pelaku pasar memandang Bolsonaro cenderung mendukung kebijakan fiskal yang lebih ketat.