Imbal hasil gilt Inggris tenor 10 tahun naik ke 4,8%, memperpanjang rebound dari titik terendah dua bulan yang tercapai pekan lalu, seiring investor mencerna komentar para bankir sentral global pada Forum Sintra ECB. Gubernur Bank of England Andrew Bailey menegaskan kembali sikap dovish dalam wawancara dengan CNBC, dengan mencatat adanya tanda-tanda pelemahan ekonomi Inggris dan menjelaskan bahwa keputusan untuk menahan suku bunga di 3,75% pada Mei mencerminkan penilaian tersebut. Ia menepis kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat karena masih adanya risiko inflasi, sambil menyoroti dampak positif dari penurunan harga energi. Bailey juga menekankan bahwa BoE tidak akan bereaksi berlebihan terhadap kenaikan harga minyak baru-baru ini, dengan mempertahankan pandangan bahwa inflasi masih berada di jalur untuk kembali ke target 2%, meski lebih lambat dari yang semula diperkirakan.
Imbal hasil gilt juga mengikuti kenaikan US Treasuries setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh tidak memberikan panduan baru mengenai suku bunga, meskipun pasar terus memproyeksikan tambahan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini didukung data pasar tenaga kerja yang kuat. Sementara itu, investor obligasi menilai prospek politik, dengan mempertimbangkan peluang Ed Miliband menjadi Chancellor menggantikan Wes Streeting. Kekhawatiran fiskal sedikit mereda setelah Andy Burnham, yang dipandang sebagai kandidat terdepan untuk posisi perdana menteri, menegaskan kembali komitmennya terhadap disiplin fiskal.