Kontrak berjangka minyak mentah WTI anjlok lebih dari 10% hingga turun di bawah $84 per barel pada hari Jumat, menyentuh level terendah dalam hampir lima minggu, setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa Selat Hormuz kini sepenuhnya terbuka untuk lalu lintas komersial selama masa gencatan senjata. Pengumuman tersebut memicu harapan bahwa salah satu gangguan paling serius terhadap pasokan energi global dalam sejarah modern mulai mereda. Pernyataan ini muncul setelah komentar dari Presiden Donald Trump, yang mengatakan bahwa konsesi terbaru dari Iran dapat menjadi landasan bagi perjanjian damai yang lebih luas. Penurunan harga semakin dalam setelah laporan bahwa AS mungkin akan mencairkan aset Iran senilai $20 miliar sebagai imbalan atas stok uranium yang telah diperkaya, dengan pembicaraan lanjutan dijadwalkan akhir pekan ini. Setelah hampir 50 hari aliran minyak yang terbatas melalui titik cekik utama tersebut, pasar semakin memperhitungkan berkurangnya risiko gangguan pasokan akibat konflik.