Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,47% setelah sempat menguji level 4,5% di awal sesi, menyusul komentar dari Ketua The Fed Warsh bahwa risiko inflasi di AS mulai mereda. Pernyataannya sejalan dengan komponen harga yang lebih lemah dalam ISM PMI dan dengan harga energi grosir yang kembali ke level sebelum pecahnya perang di Timur Tengah. Meski demikian, imbal hasil tenor 10 tahun tetap sekitar 10 basis poin di atas level terendah tujuh minggu yang tercapai pada hari Senin.
Laporan ADP menunjukkan penambahan 98.000 lapangan kerja di sektor swasta, memberikan ruang tambahan bagi The Fed untuk memperketat kebijakan moneter dalam upayanya menurunkan inflasi yang masih tinggi. Sementara harga minyak mentah terkoreksi, biaya bahan bakar olahan tetap jauh lebih tinggi, sehingga memperkuat ekspektasi setidaknya satu kali kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Pasar suku bunga masih mengimplikasikan konsensus longgar untuk satu kali kenaikan hingga Desember, meskipun sebagian pelaku pasar telah mematok skenario beberapa kali kenaikan.
Sementara itu, Warsh kembali menegaskan pandangannya bahwa neraca The Fed masih terlalu besar dan mengganggu efektivitas transmisi kebijakan melalui suku bunga, yang berpotensi menjadi isyarat penjualan obligasi pemerintah AS (Treasury notes and bonds) di masa mendatang.