Perekonomian Israel mengalami kontraksi pada laju tahunan sebesar 3,8% pada kuartal pertama 2026, setelah sebelumnya direvisi turun dari ekspansi 2,8% pada kuartal sebelumnya, sejalan dengan estimasi awal. Pelemahan ini terutama disebabkan oleh perang “Harry’s Uproar” yang secara signifikan mengganggu aktivitas ekonomi. Permintaan domestik melemah, dengan konsumsi rumah tangga turun 4,9% dan konsumsi pemerintah turun 4,8%. Ekspor neto juga menjadi penekan pertumbuhan: impor barang dan jasa (tidak termasuk impor pertahanan, kapal, pesawat, dan berlian) meningkat 1,8%, sementara ekspor barang dan jasa (tidak termasuk start-ups dan berlian) anjlok 32,7%. Sebaliknya, investasi pada aset tetap meningkat 12,8%.