Aktivitas Manufaktur Sri Lanka Melambat pada Juni

PMI Manufaktur Sri Lanka turun menjadi 53,0 pada Juni 2026 dari 56,6 pada Mei, mengindikasikan bahwa sektor ini masih terus berekspansi namun dengan laju yang lebih lambat. Pesanan baru melemah ke level netral 50,0 dari 52,6, yang menunjukkan permintaan secara keseluruhan relatif tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Produksi juga tetap mencatat momentum pertumbuhan, meskipun melambat (54,6 vs. 57,2), dengan ekspansi yang terutama didorong oleh segmen makanan dan minuman.

Penyerapan tenaga kerja tetap kuat dan relatif sejalan dengan bulan sebelumnya (59,7 vs. 60,5), sekalipun pelaku manufaktur masih bergulat dengan kekurangan tenaga kerja terampil dan meningkatnya tekanan upah. Waktu pengiriman pemasok semakin panjang (66,3 vs. 61,6), sementara persediaan meningkat (56,6 vs. 52,6) seiring perusahaan membangun stok untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan terkait konflik di Timur Tengah. Terlepas dari tantangan ini, ekspektasi pelaku manufaktur tetap positif, meskipun prospek yang lebih luas masih dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan.